Home > Politik Indonesia > Hasyim Muzadi Makelar Politik?

Hasyim Muzadi Makelar Politik?

hasyim1

Dengan massa yang besar, Nahdlatul Ulama bagai kembang ranum yang dikelilingi kupu-kupu politik. Hasyim Muzadi pun terlihat ‘seksi’. Bagaimana dia memposisikan diri? Sekadar makelar politik?

Posisi politik organisasi keagamaan NU dalam Pemilu 2009 mendatang masih strategis. Ini tidak terlepas dari jumlah jamaah ormas yang berdiri tahun 1926 tersebut dengan 40 juta warga.

Kondisi ini seperti pisau bermata dua bagi NU. Dengan modal sosial yang tidak kecil, NU dapat menjadi salah satu penentu dalam arah perjalanan bangsa. Sebaliknya, dengan modal itu pula, NU dapat terjerumus dalam kubangan politik praktis dengan mengkapitalisasi jamaah NU. NU bisa menjadi king maker atau malah sebaliknya makelar politik semata.

Posisi Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dalam Pilpres 2009 tampaknya masih seksi bagi sebagain partai politik, terutama parpol berasas dan berbasis Islam dengan mengandalkan ceruk suara nahdliyin. Sebut saja PKB, PPP, PKNU, bahkan partai nasionalis seperti Golkar dan PDI Perjuangan.

Cukup berlasan banyak parpol mendekatai Hasyim. Sebagai Ketua Umum PBNU, dia diharapkan mampu mengarahkan atau setidaknya memberi sinyal kepada jamaah NU untuk memilih partai politik tertentu.

Kondisi ini pula dipertontonkan kyai asal Malang, Jawa Timur, tersebut saat memberi orasi politik saat peringatan Harlah PPP ke 36 di Surabaya, Kamis (8/1). Menurut Hasyim, dirinya masih tercatat sebagai kader PPP, karena hingga saat ini tak pernah keluar dari partai berlambang Kabah tersebut.

“Saya pernah jadi Ketua Cabang PPP Malang. Hingga kini belum pernah menyatakan keluar dari PPP,” ungkapnya.

Pernyataan Hasyim bukanlah fakta yang mengejutkan. Saat memanasnya konflik PKB antara KH Abdurrahman Wahid dan Muhaimin Iskandar, Hasyim memberi dukungan pada kubu Muhaimin. Setidaknya, beberapa kali pertemuan kubu Muhaimin dengan Hasyim, baik di PBNU maupun di Pondok Pesantren Hasyim di Depok, Jawa Barat.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir ini, kemesraan PKB Muhaimin dengan Hasyim tak berjalan mulus seperti saat konflik. Hasyim, misalnya, menanggapi dingin wacana mengusung Muhaimin sebagai kandidat RI-2.

Menurut sumber INILAH.COM yang juga menjadi pengurus harian DPP PKB Muhaimin, sulit memegang Hasyim untuk melapis PKB dalam Pemilu 2009. “Sulit memegang Pak Hasyim,” keluh tokoh yang enggan disebut namanya itu.

Sumber lain menyebutkan, tak harmonisnya Hasyim dengan Muhaimin, tak terlepas dari tidak diakomodasinya ‘orang-orang’ Hasyim di nomor urut atas daftar caleg. Alasan tersebut kini tentu tidak relevan lagi terkait dengan putusan Mahkamah Konstitusi atas penerapan suara terbanyak.

Menanggapi pernyataan Hasyim di Forum PPP, pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kacung Maridjan, menilai hal tersebut menunjukkan pragmatisme politik Hasyim Muzadi saja. “Di forum PPP ngomong seperti itu, di PKB Muhaimin ngomong back-up PKB. Pak Hasyim ingin menjadi king maker,” tegasnya kepada INILAH.COM, Jumat (9/1).

Guru besar Ilmu Politik FISIP Unair tersebut menyayangkan pernyataan Hasyim yang menyiratkan dukungan pada partai politik tertentu. Dengan posisi Ketua Umum PBNU, sambung Kacung, harusnya Hasyim berposisi netral. “Akan lebih elegan jika berbicara ‘saya pimpinan NU yang memiliki kader di semua partai politik’. Ini lebih netral,” katanya.

Secara terpisah, pengasuh pondok pesantren Tebu Ireng Jombang, Jatim, KH Sholahudin Wahid juga menyayangkan pernyataan Hasyim. Menurut Gus Sholah, harusnya Ketua Umum PBNU tidak memiliki hubungan dekat dengan partai politik. “Harusnya sesedikit mungkin Ketua PBNU ada keterkaitan dengan partai atau calon,” harapnya. [R Ferdian Andi R]

Sumber: www.inilah.com


Categories: Politik Indonesia
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: