Home > Politik Indonesia > Indonesia Perlu Pemain ke 12

Indonesia Perlu Pemain ke 12

12Dalam sepak bola penonton,komentator ataupun pemerhati sepak bola dikenal sebagai pemain ke-12, posisinya disini sama sama mendukung/menjelekan team kesayangan/lawan, tetapi disini saya akan memakai analogi ini bukan kepada sepak bola melainkan kepada pemerintahan baru yang baru beberapa hari ini terbentuk, penonton, pemerhati ataupun kritisi baik dalam bidang kenegaraan, ekonomi, keamanan dll dapat memposisikan sebagai pemain ke-12.

Pemain ke 12 disini berfungsi sebagai pengganti pengontrol jalannya pemerintahan (oposisi) yang mungkin kalo kita perhatikan dalam jilid II pemerintahan SBY kita tidak bisa menemukan komposisi ideal ataupun mendekati ideal dalam satu sistem politik demokrasi. Bisa kita lihat dari partai-partai pendukung pemerintahan SBY jilid II ini yang cenderung semuanya ingin merasakan enaknya duduk sebagai non oposan. Seperti halnya Partai Golkar, partai berlambang pohon beringin ini sepertinya tidak biasa menjadi sebuah partai oposan, padahal partai ini bukan partai kecil dan juga bukan partai baru seperti Partai Demokrat sendiri atau kita lihat PKS yang pemilu 5tahun lalu jor joran untuk jangan pernah memilih Partai Demokrat + SBY dikarenakan terkait hubungan dengan Amerika Serikat, tapi sekarang, tapi bisa kita lihat konsistensi partai partai tersebut setelah berganti ke pemimpinan, hampir bisa kita lihat bahwa tidak ada konsistensi diantara mereka untuk membangun negeri ini.

SBY pun kalau kita lihat sangat bergembira sekali dengan bergabungnya beberapa partai sebagai partai pendukung pemerintahan, kita bisa lihat dengan bagi-bagi jatah mentri dalam kabinet baru disini terlihat ada upaya untuk memperkuat posisinya sebagai presiden dengan disempitkan nya oposisi. Pengamat politik Maswadi Rauf mengatakan kepada kompas.com SBY terlihat ingin melakukan power sharing dengan koalisinya. Hal ini bertentangan dengan keinginan banyak orang agar SBY memilih menteri yang ahli di bidangnya.

Sehingga dalam pemerintahan sekarang, Indonesia perlu pemain ke 12 atau para pemerhati profesonal dibidang masing masing yang mau angkat bicara atau pun sekedar menulis dalam blog yang bertujuan mengkritisi jalannya pemerintahan jikalau didalam jalannya pemerintahan SBY jilid II ini terdapat kerancuan/miring, seperti akan dinaikannya gaji para mentri kabinet yang baru.

Seperti di kutip dari kompas.com, Menkeu (Sri Mulyani Indrawati) Yang disebut kenaikan gaji itu tepatnya remunerasi dari pejabat negara. Itu kan termasuk dalam reformasi birokrasi yang digalakkan pemerintah. Tahun 2010 kita sudah mendesain kalau ada institusi yang akan melakukan reformasi birokrasi.

Kalau kita lihat diatas Menkeu (Sri Mulyani Indrawati) menggunakan renumerasi sebagai cara yang termasuk dalam reformasi birokrasi, tapi kalau kita perhatikan mengapa renumerasi itu hanya ada pada gol Pejabat saja, padahal kalau mau mereformasi birokrasi kita renumerasi harus dari tingkat yang paling bawah dari golongan terendah sampai paling atas (PNS, TNI, Polri, BUMN) harus merata tidak terkecuali, apa manfaatnya kalau mau mereformasi hanya pada tingkat atas?padahal yang paling aktif itu berada dari golongan menegah ke bawah..

Intinya saya sangat mengharapkan kepada para pembaca blog ini dan para katifis supaya lebih aktif mengkritisi pemerintahan sekarang atau yang saya sebut sebagai pemain ke 12 yang memang benar-benar pro rakyat.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: