Home > Apapun itu, Sepakbola > PERSIB, SEPAKBOLA DAN SUPPORTER DI INDONESIA

PERSIB, SEPAKBOLA DAN SUPPORTER DI INDONESIA

Sejak tahun 1995 Liga Indonesia pertama bergulir, atmosfer sepakbola di Indonesia semakin meriah meskipun tidak didukung dengan prestasi Timnas yang lebih baik dari sebelumnya, tetapi secara keseluruhan saya menilai Liga Indonesia pertama tersebut menjadi tonggak sejarah baru menuju liga yang lebih professional.

Seiring dengan perjalanan liga di Indonesia yang sudah berjalan sekitar 15 tahunan tim-tim yang berasal dari amatir pun berlomba lomba meraih prestasi didalam kancah persepakbolaan nasional, Alhamdulillah juara pertama Liga Indonesia tersebut berhasil diraih oleh tim kesayangan warga Jawa Barat yaitu Persib Bandung yang secara mengejutkan berasal dari tim amatir tetapi bisa bersaing dengan tim yang berasal dari klub galatama yang bisa disebut tim professional yang berada di Indonesia begitupun Liga yang ke dua berhasil diraih tim Bandung Raya yang berasal dari tanah pasundan juga, kota yang boleh dibilang sarat akan prestasi sepak bola.

Perjalanan Liga Indonesia yang baru seumur jagung ini bisa dibilang pesat juga untuk mengarah kepada sepakbola Industri yang sekarang menjadi trend sepakbola dunia meskipun masih banyak kelemahan kelemahan tapi boleh dibilang jempol, seiring dengan dicabutnya anggaran APBD untuk di konsumsi klub klub di Liga maka klub klub di liga pun harus giat mencari sponsor masing masing, disini saya melihat Persib menjadi salah satu klub tersukses untuk mengarah ke sepakbola yang lebih professional, karena Persib dilatarbelakangi oleh klub sepakbola amatir dan sekarang telah menjadi badan hukum swasta yang dibangun oleh konsorsium dengan menggandeng sponsor sponsor besar juga.

Ada keuntungan dan kerugian manakala klub beralih menjadi Pro atau di pegang oleh swasta karena kebijakanpun akan berbeda tetapi dari segi financial Persib akan aman untuk beberapa tahun kedepan. Prestasi Persib yang belum juga menyaingi prestasi sebelumnya, sekarang terus dipertanyakan, apakah kesalahan seorang pelatih atau manajemen klub sendiri, tetapi setelah perjalanan selama 2 tahun dibawah komando Jaya Hartono (pelatih kepala) Persib sendiri memang hanya mampu berprestasi maksimal di peringkat ke 3 di Liga Indonesia padahal kalau kita melihat kualitas pemain..hmmm…siapa yang bisa menyangka akan berada di posisi 3.

Kualitas pelatih memang selalu menjadi perhatian para bobotoh ketika Persib berada dalam kondisi yang “kritis” ataupun selalu kalah dalam laga tandang padahal dengan pemain yang jempolan disemua lini. Terus terang saya sangat respek dengan kualitas Jaya Hartono selama ini ketika pelatih lokal mampu bersaing dengan pelatih non lokal tetapi ketika persaingan itu menjadi stagnan bagi klub (tidak berbuah prestasi) maka bobotoh pun kembali mempertanyakan kualitas sang pelatih Jaya Hartono, dan saya disini melihat ada kelemahan yang mungkin sangat mencolok yaitu memotivasi pemain dan strategi yang tidak berubah dari permainan ke permainan.

Ketika seorang pelatih lemah dalam memotivasi pemain maka seketika itu juga pemain bagus akan menjadi jelek berada di lapangan, apalagi dengan strategi yang tetap atau hanya ada beberapa strategi yang menjadi andalan pelatih, maka seketika itu pula permainan akan mudah terbaca oleh lawan, kalau kita sering membaca tentang pelatih pelatih dunia kita akan sangat terkagum kagum membacanya, katakana seperti Rafael Benitez dari Liverpool yang berasal dari pelatih renang ke pelatih sepakbola, dia selalu menerapkan strategi yang berbeda dalam setiap pertandingan atau Jose Mourinho mantan pelatih Chelsea, dia seringkali berlaku controversial tetapi dalam hal memotivasi pemain bisa dibilang tidak ada duanya atau Carlo Ancelotti pelatih Chelsea yang terkenal karena strategi dan pengalamannya tetapi urusan di ruangganti dia terkenal pemarah ketika timnya kalah atau Sir Alex Fergusson pelatih yang sangat kredibel dalam hal memilih pemain dan memotivasi tetapi di pinggir lapangan dia sangat pemarah ketika pemainnya bermain jelek..dan pelatih pelatih kelas wahid lainnya..

Kurun waktu 15 tahun pun menjadi awal tumbuhnya klub-klub supporter di tanah air meskipun ada beberapa seperti BONEK (Persebaya) Viking (Persib) dan Jakmania (Persija) sudah berumur lebih dari 15 tahun, dalam perjalanan ini banyak sekali cerita tentang para “hooligan” yang rusuh ataupun bentrok dengan supporter lain tetapi saya berfikir disinilah seninya sepakbola tidak hanya didalam lapangan tetapi diluar lapangan pun sepakbola tetap ramai untuk dibahas..KETIKA SUPPORTER, WASIT DAN PELATIH MENJADI KONTROVERSI MAKA DISITULAH SEPAKBOLA MENJADI OLAHRAGA YANG SANGAT POPULER DI DUNIA. Kita bukan penonton menak yang ada di Britania Raya, kita bukan penonton di Serbia yang terkenal brutal, ini bukan Italia bukan juga Jerman tetapi ini Indonesia beragam suku ada disini konflik antar supporter adalah biasa tetapi ketika garuda bermain kita adalah satu, peliharalah kontroversi  kontroversi agar bisa menjadi ciri sepakbola tanah air.

  1. May 28, 2010 at 3:11 am

    Wow I am literally the first comment to your incredible article.

  1. April 13, 2010 at 9:33 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: